Jejak Keteladanan Seorang Promotor dalam Perjalanan Ilmu Kami

“Tulisan ini kami persembahkan dengan hati yang penuh hormat dan rasa terima kasih yang tak pernah selesai kami hitung, di penghujung tahun 2025, sebagai penanda syukur atas setiap jejak keteladanan yang telah dititipkan kepada kami.”

Dalam setiap keteduhan sikap dan kejernihan tutur, Engkau mengajarkan kami bahwa ilmu bukan sekadar capaian, melainkan amanah. Ketegasan yang Engkau hadirkan bukan untuk menundukkan, melainkan untuk menegakkan kami—agar tidak goyah oleh pujian, tidak runtuh oleh lelah, dan tidak silau oleh gelar.

Engkau membiarkan kami berproses, bahkan ketika proses itu menyakitkan. Revisi demi revisi kami jalani, bukan sebagai beban, melainkan sebagai penempaan. Di balik kelelahan kami, ada kesabaran yang tak terlihat; di balik air mata kami, ada doa-doa yang Engkau sembunyikan. Engkau berdiri di samping kami, setia menjaga jarak yang tepat—cukup dekat untuk menguatkan, cukup jauh agar kami belajar berdiri.

Dan meskipun kami telah lulus, Engkau tidak selesai dengan kami.
Nama Engkau tetap hidup dalam langkah kami, suara Engkau tetap menyertai setiap keputusan yang kami ambil. Engkau masih menyebut kami dalam ruang-ruang yang tak kami masuki, masih mempercayai kami ketika dunia baru saja mulai menguji. Kelulusan hanyalah jeda administratif; bimbingan Engkau menjelma doa yang terus berjalan, mengiringi kami melangkah lebih jauh—kini dengan keberanian yang Engkau titipkan.

Maka izinkan kami menundukkan hati dan memanjatkan doa yang paling tulus. Ya Allah, muliakanlah promotor kami sebagaimana Engkau memuliakan para pendidik yang ikhlas. Panjangkanlah usia beliau dalam kesehatan dan ketenangan. Jadikan setiap huruf ilmu yang beliau ajarkan sebagai cahaya yang tak padam, setiap ketegasan sebagai pelindung kami dari kesombongan, dan setiap kesabaran sebagai saksi cinta yang Engkau catat sebagai amal jariyah.

Jika kelak kami berjalan jauh, biarlah nilai yang Engkau titipkan melalui beliau tetap menjadi kompas, berpijak pada keteladanan tiada tara yang Engkau wariskan. Jika suatu hari nama beliau tak lagi kami ucapkan dengan suara, biarlah ia hidup dalam adab kami, kejujuran kami, dan kesetiaan kami menjaga martabat ilmu—sebagai jejak sunyi dari keteladanan tiada tara yang terus kami rawat sepanjang perjalanan.

Teruntuk guru sekaligus ayahanda kami, di penghujung tahun 2025 ini, 
Dengan penuh takzim kami haturkan terima kasih atas jalan panjang yang Engkau bentangkan—
jalan yang kami tapaki dengan belajar, jatuh, lalu bangkit kembali.

Kami mohonkan maaf atas segala khilaf dan keterbatasan,
atas upaya-upaya yang belum sepenuhnya menjelma sebagaimana harapan.
Semoga setiap langkah yang Engkau tuntun menjadi cahaya,
dan setiap kekurangan kami Engkau terima dengan kelapangan hati.

1 thought on “Jejak Keteladanan Seorang Promotor dalam Perjalanan Ilmu Kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *