Diabetes

Pola Makan yang Tepat, Kunci Kelola Diabetes!

Diabetes adalah penyakit yang memerlukan pengelolaan kadar gula darah yang ketat. Salah satu cara untuk mengelola diabetes adalah dengan memperhatikan pola makan yang tepat. Namun, siapa sangka? Rata-rata pasien yang terdiagnosa penyakit Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis, memiliki pengetahuan yang rendah terkait aturan pola makan yang tepat. Hal ini bukan hanya sekadar informasi di atas kertas saja-namun kejadian ini nyata dan sangat perlu untuk disikapi.

Angka kematian akibat diabetes di Indonesia pada tahun 2020 seperti gelombang tsunami yang melanda negeri ini, dengan 110.513 jiwa melayang, atau sekitar 63% dari total kematian. Ini berarti setiap harinya, banyak nyawa yang hilang akibat penyakit yang seharusnya dapat dikelola dengan baik. Dengan angka kematian yang disesuaikan berdasarkan usia mencapai 48,73 per 100.000 penduduk, Indonesia berada di peringkat ke-39 dunia, sebuah posisi yang seharusnya menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap kesehatan.

 

Apakah Diabetes Itu?

Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula darah.

Diagnosa penyakit ini dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel Daftar Ambang Batas Nilai Hasil Pemeriksaan Kadar Gula Darah

Nilai Ambang Batas Hasil Pemeriksaan Kadar Gula Darah
Sumber: PERKENI, 2021

Terdapat empat pilar pada penanganan penyakit DM, yaitu:

  1. Edukasi;
  2. Pola makan;
  3. Olahraga;
  4. Farmakologi (obat-obatan).

Pilar kedua pada penanganan DM sangat penting sebab pengelolaan pola makan sehat terbukti dapat mempengaruhi kadar HbA1C. Pengelolaan DM yang efektif memerlukan perubahan gaya hidup, termasuk pola makan yang seimbang. Perencanaan pola makan yang tepat dengan nilai gizi yang seimbang sesuai kebutuhan pasien diabetes merupakan kunci dari membangun fondasi yang tepat untuk menghadapi badai diabetes!

 

Mengapa Penyandang Diabetes Harus Mengontrol Kadar Gula Darah Normal?

Mengontrol kadar gula darah normal sangat penting bagi penyandang diabetes, seperti seorang pilot yang menjaga ketinggian pesawat agar tetap stabil dan aman. Jika kadar gula darah terlalu tinggi, ibarat pesawat yang terbang terlalu tinggi, dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh. Oleh karena itu, penting bagi penyandang diabetes untuk memantau kadar gula darah mereka secara teratur.

Selain itu, kadar gula darah yang tidak terkontrol juga bagaikan mobil yang melaju tanpa kontrol, dapat menyebabkan kerusakan pada mesin dan komponen lainnya. Demikian pula, kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, ginjal, dan saraf, sehingga memperburuk kondisi kesehatan. Maka dari itu, penyandang diabetes harus berhati-hati dalam mengelola kadar gula darah mereka.

Selanjutnya, mengontrol kadar gula darah normal juga ibarat seorang petani yang menjaga tanaman agar tumbuh dengan baik. Dengan memberikan perawatan yang tepat, seperti mengonsumsi makanan seimbang dan berolahraga teratur, penyandang diabetes dapat menjaga keseimbangan tubuh dan mencegah komplikasi yang mungkin timbul. Oleh sebab itu, penyandang diabetes harus memperhatikan pola hidup sehat untuk mengontrol kadar gula darah mereka.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mengontrol kadar gula darah normal adalah kunci untuk hidup sehat bagi penyandang diabetes, seperti seorang dirigen yang mengarahkan orkestra untuk menciptakan musik yang indah dan harmonis. Karena itu, penyandang diabetes harus selalu memantau dan mengontrol kadar gula darah mereka untuk mencegah komplikasi dan menjalani hidup yang aktif dan produktif.

 

Nah, Ini Dia Prinsip Pola Makan yang Perlu diketahui Penyandang Diabetes!

Seorang diabetesi tidak perlu bersikap pesimis dan berkecil hati mengetahui bahwa dirinya adalah seorang penyandang diabetes. Yang harus dilakukan adalah menjalani pengobatan sesuai petunjuk dokter seperti mengatur pola makan/diit. Diit yang dijalankan berpedoman pada 3J yaitu Jumlah, Jenis, dan Jadwal Makan.

1. Jumlah

Jumlah makanan yang boleh dikonsumsi dalam sehari ditentukan oleh seberapa besar kebutuhan kalori tubuh. Setiap penyandang diabetes memiliki kebutuhan kalori yang berbeda-beda yang dihitung berdasarkan berat badan, tinggi badan, usia, jenis kelamin, aktivitas fisik sehari-hari, juga kondisi atau kebutuhan khusus.

Untuk menghitung dan mendapat jumlah kalori yang tepat, sangat bijaksana bila seorang diabetesi berkonsultasi pada ahli gizi/dietisien. Mengapa jumlah makanan yang dikonsumsi seorang diabetesi harus diperhatikan? Sebab, apabila jumlah makanan yang dikonsumsi tidak sesuai dengan kebutuhan zat gizi dalam sehari, maka akan mengganggu kadar gula darah. Gula darah dapat dengan tiba-tiba melonjak drastis atau bahkan tiba-tiba menurun drastis.

Seorang diabetesi juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan metode porsi kecil tapi sering dengan tujuan agar gula darah tetap stabil. Persentase pembagian porsi makan untuk penyandang diabetes yaitu:

– Makan pagi: 20%

– Snack pagi : 10%

– Makan siang : 30%

– Snack sore : 10%

– Makan malam : 20%

– Snack malam : 10%

2. Jenis

Penyandang diabetes perlu memilih jenis makanan yang tepat untuk mengontrol kadar gula darah, seperti menerapkan prinsip piring makan T serta memilih makanan yang mengandung indeks glikemik dan beban glikemik yang rendah.

a. Bentuk Piring Makan T

Bayangkan piring makan Anda sebagai peta menuju kesehatan, dengan komposisi yang seimbang seperti bentuk piring makan T. Pada bagian atas piring, separuh bagian diisi dengan sayuran hijau yang kaya serat seperti gambar (oyong) dan brokoli serta buah rendah gula seperti apel atau pepaya yang merupakan “obat” alami untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Seperempat bagian diisi dengan sumber karbohidrat kompleks seperti kentang atau beras merah, yang merupakan “bahan bakar” yang stabil untuk tubuh. Seperempat bagian lainnya diisi dengan sumber protein seperti ikan atau ayam tanpa kulit, serta sedikit lemak sehat dari kacang-kacangan atau minyak jagung.

Diabetes
Bentuk Piring Makan T

b. Indeks Glikemik (IG) dan Beban Glikemik (BG)

Indeks glikemik (IG) dan beban glikemik (BG) adalah dua konsep penting dalam mengelola kadar gula darah. Bayangkan IG sebagai “kecepatan” makanan dalam meningkatkan gula darah, sedangkan BG adalah “jumlah” total karbohidrat yang terkandung dalam makanan tersebut. Rumus menghitung nilai BG dapat dilihat di bawah ini:

Rumus Menghitung Bebang Glikemik
Rumus Menghitung Bebang Glikemik

Makanan dengan IG rendah seperti oatmeal dan sayuran hijau memiliki “kecepatan” lambat dalam meningkatkan gula darah, sedangkan makanan dengan BG rendah seperti buah-buahan dan sayuran memiliki “jumlah” karbohidrat yang terkendali. Dengan memahami IG dan BG, Anda dapat membuat pilihan makanan yang lebih bijak dan mengontrol kadar gula darah dengan lebih efektif, seperti pengemudi yang mengendalikan kecepatan dan jarak mobil dengan tepat.

Tabel Daftar Indeks Glikemik Berbagai Bahan Makanan

Indeks Glikemik
Keterangan: Data adalah rata-rata ± SEM. Varietas GI rendah juga diidentifikasi. Rata-rata semua data yang tersedia. Sumber: Atkinson et al., 2008

Disamping itu, seorang diabetesi juga dianjurkan untuk mengolah makanan dengan cara dikukus, dipanggang, direbus, dan ditumis dengan sedikit minyak, ibarat seorang konduktor yang memilih nada-nada yang tepat untuk menciptakan harmoni musik. Metode memasak ini adalah “nada dasar” yang menjaga keseimbangan nutrisi dan mencegah “disko harmoni” kadar gula darah dan lemak yang tidak terkendali. Dengan mengadopsi metode memasak yang sehat, diabetesi dapat menciptakan “simfoni kesehatan” yang harmonis dan mengurangi risiko penyakit jantung.

3. Jadwal Makan

Jadwal makan seorang diabetesi sangat penting untuk diperhatikan, seperti seorang konduktor yang mengatur irama musik agar harmonis dan seimbang. Diabetesi dianjurkan untuk makan utama sebanyak 3 kali, yaitu pagi, siang, dan malam, serta makan selingan sebanyak 3 kali, yaitu selingan pagi, sore, dan malam. Dengan jadwal makan yang teratur, kadar gula darah dapat terkontrol dengan baik. Makan utama dan selingan yang seimbang dapat membantu menjaga energi tubuh dan mencegah lonjakan gula darah yang tidak terkendali, sehingga diabetisi dapat menjalani hari dengan lebih sehat dan stabil.

Interval waktu setiap kali makan yaitu per 3 jam, tujuannya untuk menjaga agar kadar gula darah tetap stabil. Contoh:

06.00 : Sarapan Pagi

09.00 : Selingan Pagi

12.00 : Makan Siang

15.00 : Selingan Sore

18.00 : Makan Malam

21.00 : Selingan Malam

 

Pejuang Diabetes Siap Bertempur! Ini Tips Sukses Menjalankan Diit

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar suskes dalam menjalanakan diit diabetes:

1. Jalankan diit dengan penuh kesadaran dan kepatuhan;

2. Hindari stres karena stres dapat memicu kenaikan kadar gula darah;

3. Lakukan aktivitas fisik dan latihan fisik 3– 5 kali/minggu dengan durasi minimal 30 menit;

4. Penggunaan gula murni masih diperbolehkan dalam jumlah sedikit sebagai bumbu.

Dengan menerapkan pola makan yang tepat dan seimbang, Anda dapat mengontrol kadar gula darah dan menjalani hidup yang lebih sehat dan bahagia. Ingat, mengelola diabetes bukan hanya tentang mengontrol gula darah, tapi juga tentang meningkatkan kualitas hidup. Jadi, mulailah dari sekarang untuk membuat perubahan positif dalam hidup Anda karena Pola Makan yang Tepat, Kunci Kelola Diabetes!

 

Referensi:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *